Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm
Yesus itu seorang guru yang baik. Dia mendidik dan mengajar para murid-Nya secara unik. Pertama, Dia mengajarkan kepada mereka hal yang mendasar, yakni mencintai. Kedua, Dia memberi kesempatan kepada mereka untuk tinggal bersama-Nya. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendengarkan ajaran-Nya, melainkan juga melihat langsung bagaimana Yesus menghayati yang diajarkan-Nya.
Contoh konkretnya adalah dalam hal iman dan doa. Di depan para murid-Nya, Yesus menunjukkan bahwa Dia adalah pribadi beriman. Misalnya, Dia mengucap berkat sebelum menggandakan roti. Dia juga mengajar para murid-Nya berdoa dan pada dini hari Dia sendiri pergi berdoa di tempat yang sunyi.
Ketiga, Yesus memberikan kesempatan kepada para murid-Nya untuk mempraktikkan yang diajarkan-Nya. Dia mengutus mereka untuk mewartakan Injil, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir setan-setan. Kepada mereka Yesus memberikan kuasa atas roh-roh jahat (Lukas 10:8-9).
Bacaan Injil hari ini (Markus 9:14-29) menyampaikan kisah menarik. Seseorang datang kepada Yesus, memohon agar Yesus membebaskan anaknya dari roh yang membisukan (Markus 9:17). Dia telah datang kepada murid Yesus, tetapi tanpa hasil (Markus 9:18).
Yesus menanggapi permintaan itu dengan menyinggung iman. "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?" (Markus 9: 19). Karena iman ayahnya (Markus 9: 24), Yesus kemudian menyembuhkan anak itu (Markus 9:25). Dia tidak hanya mengusir roh yang membisukan, tetapi juga melarangnya merasukinya lagi.
Ketika tiba di rumah, para murid-Nya bertanya, "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?" (Markus 9:28). Yesus menjawab, "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa" (Markus 9:29).
Dalam Injil hari ini, Yesus mengangkat dua hal penting, yakni iman dan doa. Dia menegaskan bahwa mukjizat terjadi atas orang-orang yang percaya. Di balik mukjizat itu ada juga doa. Iman dan doa merupakan dua kekuatan utama hidup orang beriman.
Apa artinya beriman bagi orang yang tidak pernah berdoa? Di manakah tampak serah dirinya kepada Tuhan? Apakah artinya berdoa tanpa disertai iman? Bukankah itu hanyalah formalitas ritual yang tidak ada bedanya dengan membual? Akhirnya, orang belajar dari Injil hari ini bahwa iman dan doa itu tumbuh dalam proses. Dapat dimengerti bahwa para murid Yesus tidak berhasil mengusir roh yang membisukan itu. Tidak berarti bahwa mereka kurang berdoa dan tidak percaya, tetapi mereka masih perlu terus belajar berdoa dan beriman.
Senin, 24 Februari 2025HWDSF