1 min dibaca
13 Feb
13Feb
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm


Kasih yang sejati melampaui dan menembus semua batas dan penghalang. Kasih itu juga tampak dalam kesetaraan dan sikap menolong sesama. Itulah sebagian dari pesan bacaan-bacaan hari ini. 
Bacaan pertama (Kejadian 2:18-25) mewartakan tentang Tuhan yang menciptakan perempuan.Tuhan menghendaki agar perempuan menjadi mitra dan penolong bagi laki-laki (Kejadian 2:20). Mereka itu setara. 

Bahwa dia dibentuk dari rusuk pria (Kejadian 2:21-22) menegaskan keduanya setara. Diskriminasi berdasar jender tidak sesuai dengan maksud asali Tuhan dalam menciptakan perempuan. 

Lebih dari itu, laki-laki melihat perempuan sebagai pribadi yang diambil dari dirinya. "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku" (Kejadian 2:23). Karena itu, manusia akan menjadi sempurna dalam kesatuan dengan manusia lain (Kejadian 2:24). Inilah yang mendasari dan menjiwai perkawinan antara pria dan wanita.

Injil mengisahkan tentang Yesus yang mewartakan Injil ke daerah Tirus (Markus 7:24). Di sana, Dia bertemu dengan seorang perempuan Yunani bangsa Siro-Fenisia yang memohon supaya Yesus mengusir setan yang merasuki anak perempuannya (Markus 7:26).  

Mula-mula Yesus terkesan menolak (Markus 7:27). Namun perempuan itu mendesak dengan argumen yang menunjukkan imannya (Markus 7:28). Karena melihat iman perempuan itu, Tuhan Yesus bersabda, "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu" (Markus 7:29). 

Yang Yesus lakukan menunjukkan universalitas kasih-Nya. Pertama, Dia pergi ke daerah Tirus yang merupakan wilayah asing atau di luar bangsa Yahudi. Dia datang untuk semua orang. Yesus juga membebaskan anak perempuan bukan Yahudi dari kuasa setan. Kasih Yesus melampaui pembatas dan menembus semua sekat. 

Sabda Tuhan hari ini mengajak orang untuk menghayati kasih universal Yesus itu. Pertama, dengan cara menolak semua diskriminasi seperti diskriminasi jender. Kedua, dengan melayani sesama tanpa memandang perbedaan-perbedaan. 

Kamis, 13 Februari 2025HWDSF

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.