Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm
Sebelum melaksanakan suatu proyek, biasanya orang membuat rancangan amat detil, mulai dar visi dan misi, tujuan, tahap-tahap pelaksanaan, sumber daya manusia, biaya, dan lain-lain. Untuk dapat mencapai tujuan orang perlu mengikuti "Standard Operating Procedure" (SOP). Dalam Injil hari ini (Markus 6:7-13), Yesus mengutus para murid-Nya. Dia tidak mengikuti tahap-tahap itu alias memiliki SOP-Nya sendiri.
Yang dilakukan adalah memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat (Markus 6:7). Inilah bekal terpenting. Selanjutnya Dia berpesan agar mereka tidak membawa bekal dan uang; hanya boleh membawa tongkat dan memakai alas kaki (Markus 6:8-9).
Mengapa Yesus melakukan itu? Apakah para murid-Nya tidak membutuhkan makanan dan minuman dalam perjalanan? Tentu saja. Tetapi Yesus menegaskan agar mereka tinggal di rumah yang menyambut mereka sampai mereka berangkat lagi (Markus 6:10). Di sanalah mereka akan menikmati makanan dan minuman yang disediakan.
Para murid-Nya membutuhkan makan dan minum serta tempat beristirahat. Tuhan Yesus menyediakan itu semua. Ada kalanya dalam hidup ini orang mengandalkan manusia dan dunia. Ada pula waktunya orang menggantungkan diri pada Tuhan.
Dalam melaksanakan proyek Kerajaan Allah, orang perlu mengutamakan SOP Tuhan Yesus yang sederhana dan mendasar, yakni percaya kepada-Nya yang telah memberi kuasa atas roh-roh jahat. Itulah persiapan dan bekal utamanya. Tanpa menundukkan roh-roh jahat dan mengandalkan Tuhan, pewartaan Injil tidak menghasilkan buah.
Itu tidak berarti bahwa cara kerja para murid Yesus tidak mengenal manajemen. Gereja Katolik yang bertugas mewartakan Injil termasuk organisasi yang paling rapi di dunia, terutama dalam struktur dan cara kerjanya. Artinya, Gereja menggunakan pengetahuan dan perangkat duniawi. Meski demikian, dalam melaksanakan misinya Gereja hanya mengandalkan Yesus yang telah memberinya kuasa.
Banyak misionaris yang dikirim ke daerah misi tanpa persiapan yang "lengkap" sebelum berangkat. Di tanah misi mereka menemukan tempat dan semua yang mendukung misinya. Namun hanya berkat mengandalkan Tuhan mereka berhasil menjalankan misinya.
Hari ini kita memperingati Santo Paulus Miki dan kawan-kawan, martir di Jepang. Mereka itu adalah buah-buah karya Tuhan lewat para misionaris-Nya yang mengandalkan Tuhan. Marilah kita berdoa bagi para misionaris agar dalam karyanya mereka menyediakan diri seutuhnya dan senantiasa mengikuti SOP dari Tuhan Yesus.
Kamis, 6 Februari 2025Peringatan Santo Paulus Miki, Imam dan kawan-kawan, MartirHWDSF